Origami adalah sekumpulan kertas berwarna-warni dan beragam ukurannya yang biasa digunakan untuk berbagai kegiatan seni melipat kertas menjadi berbagai bentuk. Seni melipat kertas merupakan kesenian yang terkenal di Jepang yang disebut origamiyang kemudian menjadikan kertas yang digunakannya dikenal dengan istilah kertas origami. Origami dalam penelitian ini adalah teaching tool yang digunakan untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan spasial mereka dengan membuat benda-benda tiga dimensi seperti kubus, balok, bentuk burung, bunga dan sebagainya.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Boakes (2009: 2) beliau menyatakan, “The focus on spatial skills as a component of geometry instruction is far from new. A variety of methods are already used by teachers in an attempt to improve students' abilities to visualize and mentally manipulate geometric figures. One such method is Origami, the art of paper folding.” Maksud dari kalimat di atas adalah bahwa “Fokus pada keterampilan spasial sebagai komponen pengajaran geometri jauh dari baru. Berbagai metode sudah digunakan oleh guru dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk memvisualisasikan dan mental memanipulasi angka geometris. Salah satu metode tersebut adalah Origami, seni melipat kertas.”
Dari pernyataan di atas jelas bahwa Origami merupakan salah satu alat untuk meningkatkan kemampuan visual dan manipulasi geometris siswa yang termasuk dalam faktor kemampuan spasial. Penelitian lanjut Boakes (2011: 184), menyatakan bahwa: ” This study was designed to extend my research on the impact of origami on students’ spasial skills. In this case, the data offer further support for the use origami as a tool for developing spatial skills. As we know, spatial skills are useful in many avenues in life and serve as strong indicators of intellegence. Thus, origami provides one of many ways to help develop and strengthen spatial ability, even at college level.” Pernyataan tersebut bermakna bahwa: ”Penelitian ini dirancang untuk memperluas penelitian saya tentang dampak origami pada kemampuan spasial siswa. Dalam hal ini, data menawarkan dukungan lebih lanjut untuk origami digunakan sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan spasial. Seperti kita ketahui, keterampilan spasial yang berguna dalam banyak jalan dalam hidup dan berfungsi sebagai indikator kuat dari kecerdasan. Dengan demikian, origami menyediakan satu dari banyak cara untuk membantu mengembangkan dan memperkuat kemampuan spasial, bahkan pada tingkat perguruan tinggi.”
Dari pernyataan yang kedua Boakes lebih tegaskan lagi bahwa origami digunakan sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan spasial. Pengaruh origami sebagai alat peraga tidak hanya berdampak pada kemampuan spasial siswa sekolah, akan tetapi juga pada mahasiswa.
Selain itu, ternyata Boakes (2008) juga mengatakan bahwa dia menemukan siswa sangat positif, antusias tentang pengalaman mereka membuat origami dan bahwa mereka merasa origami membantu mereka untuk memahami konsep geometri dan istilah yang mereka pelajari.
Jadi bisa dikatakan bahwa origami ini tidak hanya alat untuk meningkatkan kemampuan spasial tetapi juga membantu siswa memahami konsep-konsep geometri.
Daftar Pustaka
Boakes, Norma J.2009.Origami Instruction In The Middle School Mathematics Classroom: Its Impact on Spatial Visualization and Geometry Knowledge of Student. Research in Middle Level Education 32(7),p.1-12.
Boakes, Norma J.2008.Origami Mathematics Lessons: Paper Folding as a Teaching Tool.Mathitudes 1(1),p.1-9.
Boakes, Norma J.2011.Origami and Spatial Thingking of College-Age Student.Taylor an Francais Group, LLC. https://docs.google.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar